Ahok: Kita Ngaku Salah

oSPHDBCMMp

JAKARTA – Meski tercoreng bencana banjir, banyak pihak tetap memuji pasangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki T Purnama (Ahok) sukses membuat gebrakan di 100 hari kepemimpinannya.

Namun, Ahok tak sependapat. Mantan Bupati Belitung Timur itu mengakui bahwa pihaknya telah berbuat kesalahan hingga banjir menggenangi hampir seluruh wilayah ibu kota. Di pun meminta maaf kepada jajarannya dan seluruh warga Jakarta.

“Sukses gimana, enggak-enggak. Gimana suksesnya? Banjir saja setengah mati. Bukan bercanda kok, kita ngaku salah, sebetulnya kita sudah diberitahu sebelumnya oleh Kasubdin Jakbar, Kasubdin tata air pak Heriyanto. ‘Pak, jika Desember lewat Januari bisa kena, pasti kena’,” ungkapnya kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Ahok menjelaskan, meski telah diberitahu oleh bawahannya akan banjir yang bakal melanda Jakarta, namun pihaknya tetap tidak mengindahkan peringatan itu. “Saya pikir kenanya seberapa parah sih, saya tinggal di daerah banjir sudah lama. Kita ada lima tahunan, lewat Desember kita seneng kan, tapi nyatanya malah begini,” sesalnya.

Sikap cuek Ahok itu juga ternyata menghasilkan jebolnya tanggul Banjir Kanal Barat (BKB) di Jalan Latuharhary pada 17 Januari lalu.

Selain itu, empat dari tujuh pompa air yang berada di stasiun pompa waduk Pluit pun terandam air. Akibat hal itu, kawasan Pluit terendam banjir dengan kedalaman lebih dari dua meter.

8 Hakim Agung Terpilih, Hakim Daming Tak Dapat Satupun Suara

AKSI DAMAI KARYAWAN TPI

JAKARTA – Tak ada satupun dari 56 anggota Komisi III DPR yang memilih calon Hakim Agung Daming Sunusi. Daming sempat menghebohkan publik karena melontarkan penyataan bahwa pemerkosa dan korban sama-sama menikmatinya.

Pantauan Okezone, Rabu (23/1/2013) saat pemilihan Hakim Agung di DPR, semua anggota fraksi tidak ada yang memilih Daming. Hal ini memang sudah dinyatakan oleh beberapa anggota fraksi untuk tidak memilih Daming karena perkataannya tersebut.

Sebelumnya, anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mengatakan sangat keterlaluan bila masih ada yang memilih Daming dalam proses uji kelayakan dan kepatutan tersebut.

“Kalau masih ada yang milih, ini kebangetan. Pertanyaannya juga salah,” jelas Trimedya.

Kata dia, tidak lolosnya Daming sebagai Hakim Agung merupakan hukuman terhadap kesalahannya lantaran melontarkan perkataan yang tak pantas.

“Dosanya sudah ditebus dan dia tidak dipilih di DPR. Yang enggak benar KY bawa ke MKH, sampai minta dipecat segala, Daming sudah dua kali ikut uji kelayakan dan kepatutan,” katanya.

Berikut delapan nama Hakim Agung yang terpilih sesuai perolehan suaranya:

1. Hamdi, 54 suara
2. Syarifuddin, 54 suara
3. I Gusti Agung Sumanatha, 52 suara
4. Irfan Fachruddin, 48 suara
5. Margono, 47 suara
6. Burhan Dahlan, 43 suara
7. Desnayeti, 25 suara
8. Yakup Ginting, 23 suara

Keppres Hambat Pemda Buat Perda Miras

fUhPrpdoer

Ilustrasi penyitaan miras (Foto: Bramantyo/okezone)

SOLO- Lambatnya pengajuan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Minuman Keras (miras), bukan disebabkan kurang minatnya Pemerintah Daerah menyusun suatu perda miras.

Namun, adanya Keputusan Presiden (Keppres) No 3/1997 tentang Pengawasan Minuman Beralkohol yang membuat Pemda berhati-hati. Pasalnya, jangan sampai Perda yang dibuat, bertentangan dengan Kepres tersebut.

Ini dikatakan Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Catur Susilo Prabowo, kepada Okezone, Rabu (23/1/2013).

“Ini bisa macam-macam penafsirannya. Mungkin penjualnya atau kadar alkoholnya yang dibatasi. Ini adalah seni melakukan pengaturan,” kata Catur di Solo, Jawa Tengah.

Setiap daerah, lanjut Catur, mempunyai peraturan yang berbeda-beda.

Dia mencontohkan Pemkab Sragen, tidak bisa membuat Perda yang menyebutkan secara langsung larangan Miras. Larangan peredaran minuman beralkohol tidak bisa dilakukan karena minuman itu tidak termasuk barang yang dilarang peredarannya oleh negara.

Sementara itu di Kabupaten Sukoharjo, di mana ada produsen Miras. Pemkab setempat menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra industri rumah tangga. Namun faktanya, konsumen minuman itu lebih sedikit, bila dibandingkan dengan Sragen.

“Semakin tinggi pedagangnya, volumenya lebih sedikit bisa diakses oleh masyarakat. Di Sukoharjo pun yang terkenal dengan pembuat Miras, namun tidak boleh ada satupun toko yang menjual sembarangan. Bila nekat menjual, akan terjerat hukum,” terangnya.

Beda dengan di Yogyakarta. Di sana miras dijual secara bebas karena ada hotel-hotel dengan golongan A dan B yang biasa dimiliki oleh hotel bintang 5 dan bintang 4.

Bahkan di Yogya, miras bisa dijual dengan bebas dengan alasan pariwisata, karena miras biasa dikonsumsi oleh para turis asing.

“Di Yogya berani menjual secara bebas sampai hotel-hotel, karena di sana regulasinya longgar dengan alasan pariwisata. Para bule biasa minum bir dan sejenis miras lainnya,” ujarnya.

Sehingga Catur berpendapat, bila Perda miras harus dimiliki tiap daerah, langkah yang harus dilakukan yaitu mencabut Keppres tersebut terlebih dahulu dengan mempertegas semua miras dilarang dijual belikan secara bebas di masyarakat.

“Bila Keppres tersebut belum dicabut, sulit buat daerah untuk membuat Perda,” pungkasnya.

Bocah Ini Punya Alat Kelamin Laki-Laki & Perempuan

j8n7BKXaCe

SEMARANG – Bocah berusia 11 tahun, warga Desa Udan Wuwuh, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, memiliki kelamin ganda.

Rustadi Musadad, yang masih duduk di bangku kelas 5 SD, memiliki alat kelamin laki-laki dan perempuan yang menempel.

Trimo, ayah Rustadi, Rabu (16/1/2013), mengatakan, anaknya sudah memiliki kelamin ganda sejak lahir. Kini, Rustadi ingin menjadi laki-laki. Orangtuanya juga terlanjur membuatkan akte kelahiran berjenis kelamin laki-laki.

Listyo Budiarti, dokter Puskesmas Kaliwungu, menjelaskan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui Rustadi untuk menentukan kelaminnya.

Tahap awal, kata Listyo, Rustadi harus menjalani pengecekan hormon dan kromosom. Kemudian, melakukan terapi hormon. Setelah jelas kecenderungan hormon, Rustadi baru bisa menjalani operasi kelamin.

Sementara itu, Zaenal Abidin, Wakil Ketua Badan Amil Zakat Infak dan Sadaqoh (BAZIS) Kabupaten Semarang, mengaku siap membiayai dana operasi Rustadi. Keluarga Trimo termasuk tidak mampu, karena itu BAZIS Kabupaten Semarang siap membantu.

Menurut Zaenal, operasi kelamin harus segera dilakukan karena usia Rustadi sudah mendekati akil baligh. Bila cenderung ke jenis kelamin perempuan, Rustadi akan mengalali menstruasi. Sementara bila lak-laki, dia harus segera dikhitan.

Pada pagi tadi, Rustadi didampingi keluarga dan pihak BAZIS Kabupaten Semarang, berangkat ke RSUP Kariadi, Semarang, untuk menjalani tes hormon. (ton)

Ayah dan 3 Anak Tewas akibat Banjir di Semarang

saNJlA1LrV

SEMARANG- Seorang ayah beserta tiga anaknya tewas bersamaan akibat akibat banjir di Semarang, Jawa Tengah. Diduga keempat korban tewas akibat tersengat aliran listrik yang merambat melalui genangan banjir di rumahnya.

Para korban tewas yakni, Agus Susanto (50), dan tiga anaknya, Regina (18), Nicolas (12) dan Alexandro (10). Mereka merupakan warga Perumahan Muktoharjo Indah Jalan Murtigraha B-12 RT 05/15, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Seorang saksi kejadian, Rico Hastono (19), menemukan korban tergeletak di dalam rumah, Rabu 16 Januari malam. Pintu rumah terkunci, sementara sejumlah lampu menyala.

“Saya hanya berani menengok dari jendela dan saya melihat mereka sudah tergeletak di dalam rumah. Spontan, saya minta tolong Pak RT dan warga untuk mendobrak pintu,” kata Rico, yang merupakan pacar Regina.

Rico mengaku terakhir menghubungi korban Rabu pagi sekira pukul 10.00 WIB. Dia juga sempat meminta Regina mengungsi

Ketua RT 05/15, Budi Hastono, lalu mendobrak pintu rumah korban bersama sejumlah warga. Mereka menemukan para korban tergeletak di tempat terpisah.

Korban Agus tergeletak di lantai depan lemari es bersama Nicolas, Regina di atas kursi, sementara Alexandro tergeletak di samping kursi.
“Ada bercak di darah di tubuh korban Agus,” kata Budi Hastono.

Warga mengatakan, banjir menggenang di kawasan tersebut sejak dua hari terakhir. Korban Agus, yang diketahui seorang pegawai bank itu, sudah beberapa hari ini tidak terlihat.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Yudhi Arto Wiyono, di lokasi mengatakan, masih menyelidiki kejadian itu.

“Kami masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban,” kata Kapolsek.

Guna penyelidikan, jasad keempat korban dibawa ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi untuk divisum.

Arak-Arakan Gunungan, Polisi Tutup Jalan Maksimal 1,5 Jam

XBzjKkFzij

YOGYAKARTA – Prosesi mengusung tujuh Gunungan dari Ndalem Kraton Yogyakarta menuju tiga tempat bakal disaksikan ribuan masyarakat. Prajurit Kraton Yogyakarta rencananya akan mengusung Gunungan tersebut mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Setelah didoakan di masing-masing tempat, Gunungan yang berisi hasil bumi itu bakal diperebutkan oleh masyarakat. Gunungan tersebut merupakan puncak peringatan Sekaten yang berlangsung di Alun-Alun Utara, Yogyakarta.

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, Kompol Bambang Sukmo Wibowo mengatakan, akan melakukan penutupan jalur yang dilewati saat arak-arakan mengusung Gunungan berlangsung, maksimal selama sampai 1,5 Jam.

“Kami tidak menutup jalur sampai tiga Jam. Misal Jalan Malioboro rencana kmai tutup mulai pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB. Tapi jika sebelum pukul 11.30 WIB sudah selesai, dibuka sebelum itu. Begitu juga sebaliknya, jika jam 10.00 WIB belum mulai, jalur tidak ditutup, fleksibel saja,” kata Bambang saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (24/1/2013).

Lebih dari 50 personel khusus Satuan Lalu Lintas Polresta Yogyakarta ditugaskan mengatur arus lalu lintas yang ada di pusat Kota Yogyakarta. Polisi bakal melihat situasi saat arak-arakan dimulai baru dilakukan langkah pengalihan jalur.

“Lalu lintas tidak ada perubahan, hanya dialihkan sepanjang rute yg dilalui saja. Rutenya mulai Jalan Trikora, Jalan Malioboro, Jalan P. Senopati, dan Jalan Sultan Agung. Tapi Jalan Ahmad Dahlan, pertigaan depan PKU Muhammadiyah kami tutup yang menuju timur, pengendara dari barat kami alihkan ke utara,” jelasnya.

Setelah arak-arakan selesai, lanjutnya, jalur dibuka kembali seperti biasa. Pengalihan jalur itu diharapkan tidak terjadi kemacetan saat arak-arakan Gunungan berlangsung.

Kepala Bagian Umum Humas dan Protokol Pemprov DIY, Iswanto mengatakan, satu Gunungan dari Keraton yang menuju Komplek Kepatihan mulai diarak pada pukul 10.00 WIB. Pihaknya sudah meminta ijin menutup Jalan Malioboro mulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Begitu juga dengan satu Gunungan yang dibawa menuju Komplek Puro Pakualam, Yogyakarta. Panitia sudah meminta izin penutupan jalan di Jalan Sultan Agung, Jalan Ahmad Dahlan, dan Jalan Senopati. Sedangkan lima Gunungan diarak menuju halaman Masjid Gedhe, Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta yang tertelak di sebelah barat Alun-Alun Utara.

KA Argo Muria Anjlok Setelah Tabrak Motor, Dua Tewas

PluVwcvRAk

KENDAL- Kereta api Argo Muria jurusan Semarang Jakarta anjlok setelah menabrak sepeda motor di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Akibatnya, dua orang pengendara sepeda motor tewas dan satu gerbong anjlok tidak jauh dari lokasi tabrakan.

Satu gerbong KA Argo Muria dengan nomor lokomotof CC 2039511, anjlok sekira dua kilometer dari lokasi kecelakaan. Sebelumnya kereta api menabrak sepeda motor di perlintasan tanpa palang pintu Desa Caruban, Kecamatan Ringinarum, Selasa (13/1/2013) sore.

Dua pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian yakni, Tri Kayatun (21) dan keponakannya, Zidane (7), warga Desa Wungurejo, Kecamatan Ringinarum.

Kejadian bermula saat keduanya melintas dari arah utara hendak menyeberang rel, namun pada saat bersamaan meluncur KA Argo Muria dari arah timur. Tabrakan pun tak dapat dihindari, hingga sepeda motor bernomor polisi H 2674 RM, beserta dua pengendaranya terpental.

Setelah menabrak sepeda motor, kereta api tetap melanjutkan perjalanan, namun kemudian anjlok di Desa Ngasinan, Kecamatan Weleri. Roda depan gerbong pertama keluar dari rel.

Kapolsek Weleri, AKP Haryo Deko Dewo, mengatakan, seluruh penumpang kereta api selamat, dan hanya satu gerbong yang anjlok.

Sementara itu, Kepala Stasiun Weleri, Muhamad Wahyudianto, menjelaskan, akibat ka KA Argo Muria anjlok, sejumlah perjalanan kereta api terganggu.

Proses evakuasi gerbong anjlok diperkirakan membutuhkan waktu sekira empat jam. Gerbong ditarik ke Stasiun Kalibodri tak jauh dari lokasi kejadian.